Memahami Perkembangan Remaja

1.Pengertian Masa Remaja

Masa remaja adalah sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yaitu saat-saat dimana anak tidak mau diperlakukan sebagai anak lagi, tetapi dari segi fisiknya belum dapat dikatakan sebagai irang dewasa.

Pertumbuhan dimasa remaja menimbulkan kesimpang siuran terhadap nilai-nilai moral, sosial sehingga kaum remaja timbul rasa bingung , ragu-ragu, yang akhirnya mereka bertanya-tanya dalam hatinya mana sebenarnya yang harus dipilih sebagai pedoman.

2.Masa Perkembangan remaja

Ada beberapa istilah yang digunakan dalam hubungan dengan masa remaja :

Orang barat menyebut “Adolesence” atau  “Puber” Indonesia menggunakan istilah “Akhil baligh”. Dunai Pendidikan menyebut “Remaja”

Ditinjau dari perkembangan biologis, yang dimaksud dengan remaja awal adalah mereka yang berusia 12 sampai 13 tahun. Bagi seorang gadis awal pubertas dimulai umur 12 tahun, dengan ditandaidatangnya mennstruasi (haid) yang pertama. Sedangkan awal pubertas bagi seorang pemuda ditandai dengan adanya mimpi pertama yang tanpa disadari mengeluarkan sperma. Biasanya perkembangan secara biologis seorang gadis lebih cepat satu tahun dibandingkan dengan perkembangan biologis seorang pemuda. Masa remaja seorang gadis aan berakhir pada usia 19 tahun sedangkan seorang pemuda baru mengakhiri usia remaja pada usia 21 tahun.

Ciri-ciri masa Remaja :

1.Pertumbuhan fisik : pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja dimbangi dengan makan dan tidur yang lebih banyak. Maka orang tua harus mengetahui hal iniagar tidak timbul salah pengertian dan kesalahan.Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, sehingga pertumbuhan berubah tingga namun kepalanya masih sama dengan kanak-kanak.

2.Emosi berkobar-kobar :  Emosi remaja masih sangat labil karena erat hubungannya dengan hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali, marah sekali, apabila dalam keadaan senang ia lupadiri, karena tidak mampu menahan emosi yang meluap-luap. Hal ini yang sering kali menjadikan remaja terjerumus kedalam tindakan yang tidak bermoral. Emosi lebih kuat menguasai dirinya dibanding dengan pikiran yang realitas.

3.Mulai tertarik pada lawan jenisnya :  Dalam kehidupan sosialnya remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya dan mulai berpacaran, remaja bersikap tertutup dengan orang tuanya. Secara biologis perempuan lebih cepat matang dibanding  laki-laki, sehingga seorang perempuan lebih tertarik dengan pemuda yang lebih tua.

4.Cara berpikir kausalitas : Cara berpikir remaja sudah menyangkut hubungan sebab akibat, saat itu remaja mulai berpikir secara kritis maka ia akan melawan manakala orang tua dan guru tidak memahami cara berpikir remaja, akibatnya timbulah kenakalan remaja (perkelahian antar siswa).

5.Sukaminta perhatian pada lingkungan :  Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian ingin mendapat status dan peranan dari lingkungannya. Remaja akan mencari persnsn dilusr rumah bilaorang tua tidak memberi peranan kepadanya, sebagai upaya menarik perhatian lingkungannya. Kalau remaja tidak bisa mengendalikan emosinya sering terjadi perkelahian atau kenakalan remaja.

6.Terikat sekali dengankelompoknya :  Remaja dalam kehidupan sosial terikat sekali dengan kelompoknya yang sebaya melebihi  keterikatannya dengan orang tua. Hal ituterjadi sebab dalam kehidupan remaja ia mementingkan kelompoknya karena mereka menginginkan kebersamaan dalan segala hal.Karena dalam kelompoknya mau mengerti,memahami, menghargai dirinya dan memiliki pengalaman yang sama dan dalam kelompoknya ia bisa melampiaskan peranannya yang tertekan dalam lingkungan rumahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s