Konflik Dan Berbagai Permasalahannya

1,Pengertian Konflik

Konflik  adalah suatu pertentangan , percekcokan dan perselisihan. konflik dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun seseorang berada. Konflik biasanya terjadi akibat adanya dua atau lebih keinginan, pendapat atau gagasan yang bertentangan sehingga  mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang, kelompok atau masyarakat. Karena itu konflik dapat merupakan hambatan bila tidak segera dicari pemecahannya.Dalam hal ini konflik yang berhubungan dengan pribadi, keluarga dan warga sekolah.

2.Konflik Batin

Konflik batin artinya konflik pribadi yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih keinginan atau gagasan yang saling bertentangan dan menguasai diri  individu, sehingga mempengaruhi sikap, perilaku tindakan dan keputusannya.Konflik batin ini pada umumnya melanda setiap orang dalam hidupnya. Dalam kenyataannya tidak semua orang mampu mengatasi sendiri konflik batin yang terjadi pada dirinya, sehingga memerlukan bantuan orang lain yang lebih ahli. Konflik batin ini sering melanda para pelajarpada umumnya, misalnya pelajar yang murung, tidak bersemangat, malas dan sebagainya. Setelah diteliti ternyata ia sedang mengalami konflik batin yang cukup serius namun tidak mampu mengatasinya sendiri dan sayangnya  tidak mau meminta bantuan orang lain yang ahli untuk membantu memecahkannya.

3.Latar belakang terjadinya konflik

Konflik batin tidak muncul dengan sendirinya, melainkan melalui suatu proses panjang dan berlarut-larut. Penyebabnya dapat bersumber dari diri sendiri, keluarga, teman, pacar, sekolah ataupun lingkungan masyarakatnya. Konflik yang terjadi karena faktor diri sendiri ( internal) biasanya disebabkan  yang bersangkutan tidak mampu atau tidak terlatih dalam mengendalikan emosinya, akal sehatnya atau pikiran dan hati nuraninya terhadap persoalan hidupnya. Misalya tidak memahami kekurangan dirinya di bidang akademis, bakat dan kemampuaannya, sementara perasaan dan keinginannya tetap ingin masuk SMA, tetapi dalam kenyataannya ia diminta masuk SMK oleh orang tuanya maka tentu saja ia akan mengalami konflik.

4.Memahami situasi untuk menghindari konflik

Untuk menghindari terjadinya konflik pada diri sendiri ataupun dengan orang lain, tentunya kita harus pandai-pandai memahami situasi atau keadan kita, keluarga, sekolah, orang lain dan masyarakat lingkungannya.Dengan demikian kita akan dapat menyelesaikan keadaan / kemampuan diri kita dengan keadaan / kemampuan lingkungan. Memahami situasi diri berarti kita dituntut untuk memahami dan mengenal siapa diri kita, bagaimana kemampuan dan potensi diri kita, termasuk bakat, minat dan sifat , watak, daya pikir, prestasi diri, keadaan emosi / perasaan, cita-cita dan sebagainya yang berhubungan dengan diri kita.Dengan demikian kita akan dapat mengendalikan, mengarahkan dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan pada umumnya. Dari gambaran tersebut dapat kita simpulkan, betapa pentingnya memahami situasi diri dan lingkungan dalam mengatasi dan mengendalikan konflik dalam hidup kita.

Cara Mengendalikan Konflik

Dengan gambaran tersebut diatas, dapat kita sadari bahwa konflik adalah merupakan pertentangan batin yang negatif dan tidak sehat yang dapat menjadi faktor penghambat dalam kehidupan karir maupun kegiatan hidup lainnya. Karena itu konflik harus dihindari dan segera diatasi agar tidak menjadi penghambat dalam hidup kita.

Cara-cara mengendalikan konflik dapat ditempuh sebagai berikut :

a.Mengindentifikasi jenis-jenis konflik

Artinya berusaha mengenali jenis konflik apa yang sedang dialami, konflik pribadi, keluarga, dengan teman, dengan sekolah dan seterusnya.

b.Mencari sumber konflik

Untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik mulailah dari diri sendiri, baru kepadayang lainnya. Jika sudah diketahui sumber konfliknya , coba anda merumuskan sesuai dengan sumber-sumber yang anda peroleh secara obyektif.

c.Mengatasi konflik

Mengatasi konflik sebenarnya tidak terlalu sulit jika sudah mengetahui tehnik atau caranya. Cara yang sederhana dalam mengatasi konflik yaitu lakukan introspeksi diri kemudian gunakan kekuatan daya pikir sehat anda.Misalnya : Setelah anda ketahui jenis konflik yang sedang dialami adalah konflik pribadi yang disebabkan oleh kekecewaan karena nilai raport banyak yang belum tuntas, sehingga menjadikan rasa ketakutan tidak naik kelas, takut dimarahi orang tua, lalu anda tidak bergairah dan malas belajar  dan sebagainya. Cara mengatasi dengan jalan mengendalikan emosi lalu diikuti dengan berpikir positif, mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan intensitas belajar baik di sekolah maupun di rumah.

Sepuluh Langkah Meraih Sukses

1.Percaya pada diri sendiri

Tanpa percaya pada kemampuan diri sendiri mustahil kita dapat meraih apa yang kita cita-citakan dan akan selalu bergantung pada kemampuan orang lain. akibatnya kita tidak pernah merasa yakin bahwa kita mampu mengerjakan sesuatu pekerjaan, sebab pekerjaan yang ringan sekalipun akan terasa berat dan sukar dilaksanakan bila tidak percaya pada diri sendiri. Oleh karena itu sebelum kita mengerjakan sesuatu yang berat sekalipun, yakinlah pada diri sendiri bahwa kita sanggup melakukannya.

2.Sikap Optimis

Rasa optimis harus ada , sebab harapan adalah rahmad Tuhan bagi manusia, dengan harapan kita akan dapat melakukan sesuatu dengan baik.

3.Jngan Ragu

Ketidak raguan adalah alat yang paling ampuh untuk meraih sukses. Di dalam jiwa dan raga manusia sesungguhnya bersemayam kekuatan-kekuatan besar yang kebanyakan belum dimanfaatkan.

4.Berani Menghadapi Tantangan

Tantangan adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup ini, namun diantara sekian banyak tantangan yang ada, yang bersumbar dari dalam diri sendiri lah yang paling membahayakan karena merupakan musuh dalam selimut. Adapun perasaan takut  akan kegagalan merupakan manifestasi dari tantangan yang bersumber dari dalam diri sendiri.

5.Tabah dan tidak cepat putus asa

Tabah dan tidak cepat putus asa merupakan bagian yang terpisahkan dan sangat mempengaruhi keberhasilan. Tantangan yang kecil sekalipun dapat saja dengan mudah menggagalkan sukses yang kita raih. Sebenarnya kegagalan tersebut tidak perlu terjadi bila kita tidak cepat putus asa dan tabah menghadapi tantangan.

6.Rebut Kesempatan

Kesempatan datangnya seperti awan berlalu, oleh karena itu pergunakanlah selagi ia tampak dihadapannmu.

7.Jangan Menunda Pekerjaan

Menunda-nunda pekerjaan hanya akan menyebabkan tertundanya pekerjaan.

8.Memanfaatkan waktu luang

Sesungguhnya perbedaan orang yang sukses dengan orang yang tidak sukses terletak cara mereka menggunakan waktu luang. Kita tidakharus bekerja baik tetapi juga harus menggunakan waktu senggang dengan baik. Ingatlah bila kita memiliki waktu luang. Sudahkah waktu luang itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak mulailah dari sekarang.

9.Berdoa Sebelum Bekerja

Doa dapat memacu rasa memacu rasa percaya diri dan sekaligus melenyapkan keragu-raguankita. Dan Tuhan tentunya akan mengasihi setiap orang yang mengharapkan kasih.

10.Tidak Cepat Merasa Puas

Barang siapa yang lekas merasa puas dengan diri sendiri ia akan mendapat kemajuan.

Tiga Gaya Belajar

1.Gaya Belajar Visual

Ciri-cirinya

a.Rapi dan teratur

b.Berbicara dengan cepat

c.Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik

d.Teliti terhadap detail

e.Mementingkan penampilan dan tulisan

f.Pengeja yang baik dan dapat pelihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

g.Mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar

h.mengingat dengan asosiasi visual

i.Biasanya tidak terganggu oleh keributan

j.Mengalami kesulitan mengingat instruksi verbal dan cenderung untuk minta orang untuk mengulangi

k.pembaca cepat dan tekun

l.Mencoret-coret tanpa arti ketika menerima telpon atau selama mengikuti pelajaran

m.Sering lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

n.menjawab pertanyaan dengan singkat

o.Lebih suka berdemonstrasi dari pada berpidato

p.Lebih suka seni lukis , drama, tarian dan sejenisnya dari pada musik

q.Sering kali tahu apa yang harus dilakukan tetapi tidak pandai memilih kata-kata

Saran bagi pembelajar visual : 1.Gunakan pena dan kertas untuk membantu mengingat materi yang diterangkan guru  2.Buatlah sketsa berupa diagram atau gambar-gambar dari apa yang dipelajari  3.Warnai teks yang penting dengan tinta berwarna pada saat membaca  4.Gunakan imajinasi visual , pikiran saat mencermati materi

2.Gaya Belajar Auditorial

Ciri-cirinya :

a.Sering berbicara dengan diri sendiri saat belajar

b.Mudah terganggu oleh keributan

c.menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan saat membaca

d.Senang mendengarkan dan membaca dengan suara yang keras

e.Mampu mengulangi dan menirukan nada dan suara

f.Kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam berceritera

g.Berbicara dengan irama yang terpola

h.Biasanya merupakan pembicara yang fasih

i.Lebih suka musik dan belajar sambil mendengarkan musik

j.Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan

k.Suka berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar

l.kesulitan dalam pekerjaan yang melibatkan visualisasa seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

m.lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya

n.Lebih suka gurauan lisan dari pada cerita lucu di komik

Saran bagi pembelajar auditorial :  1.Saat membaca materi suarakan materi  tersebut dalam hati untuk mengingatnya  2.Gunakan kaset rekaman saat guru mengajar dikelas sehingga dirumah dapat diputar  dan dipelajari kembali  3.Belajar dengan teman dengan cara berdiskusi atau tanya jawab  4.Saat belajar luangkan waktu untuk diskusi internal tentang ateri yang diberikan  5.Konsentrasikan saja pada penjelasan guru karena pembelajar ini cocok dengan metode ceramah.

3.Gaya Belajar Kinestetik

Ciri-cirinya :

a.Berbicara dengan perlahan

b.Menanggapi perhatian fisik

c.Menyentuh orang untuk menarik perhatian mereka

d.Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang

e.Berorientasi pada fisik dan senang bergerak

f.Belajar melalui praktek

g.Menghafal dengan cara berjalan dan melihat-lihat

h.Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

i.Banyak menggunakan isyarat tubuh

j.Tidak dapat duduk dalam waktu lama

k.Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

l.Membaca dengan menyertakan gerakan fisik sesuai dengan isi ceritera

m.Kemungkinan tulisannya jelek

n.Selalu ingin mempraktekkan segala sesuatu

o.Suka permainan yang menyibukkan

Saran bagi pembelajar Kinestetik :  1.Tempatkan diri di lingkungan yang aktif, materi yang didiskusikan disertai dengan simulasi lebih mudah diserap dengan baik  2.Tandai  materi yang penting dengan tinta berwarna  3.Buatlah catatan peta yaitu catatan dengan di sertai gambar sehingga selama pembelajaran  kegiatan kinestetik tetap berlangsung  4.Peragakan atau praktekkan  materi yang dipelajari.

6 Langkah merawat persahabatan

 

1.Saling percaya

Saling percaya amat penting bagi kelanggenggan persahabatan, jangan begitu saja percaya pada gosip-gosip yang orang lain informasikan, selidiki dulu kebenarannya. Kita harus mendapat aib teman. Kunci utama menjalin persahaban adalah saling percaya tanpa adanya rasa percaya persahabatan akan sulit dijalin dan tidak akan awet.

2.Jujur dan terbuka

Jika ingin dipercaya maka kita harus selalu bersikap  jujur, apabila ada masalah atau salah  faham harus cepat-cepat  diselesaikan , jangan disembunyikan perasaannmu bila ada tingkah laku teman-teman yang tidak sesuai tetapi harus terbuka. Jika salah katakan salah. Ingat sahabat yang baik  adalah yang saling  nasehat menasehati dalam kebaikan

3.Saling pengertian

Tanpa ada nya saling pengertian  sama saja bohong.Persahabatan itu artinya mau saling mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing.Jangan suka menuntut sahabat untuk mengerti sifat dan keinginanmu sendiri tapi tidak mau mengerti sifat dan keinginannya.
4.Saling menepati janji

Dalam bersahabat  harus dapat menjaga amanat dan menepati janji. Terlalu sering tidak menepati janji  akan membuat sahabat tidak percaya lagi. Jika sudah janji tapi tidak dapat menepatinya  terlebih dahulu harus memberitahukan lewat telepon atau pesan dan jangan lupa meminta maaf.

5.Tike and GIVE

Sebagai sahabat jangan keenakan minta saran, pendapat dan bantuannya saja, sekali-kali  lihat saja  lihat kesulitannya dan kesusahannya. Jika sahabat butuh bantuan , tentunya harus siap membantu, jangan pura-pura tidak tahu dan membiarkan dia menghadapi masalahnya sendiri.

6.Jaga perasaan dan rahasia

Pada saat bercanda jangan sampai menyinggung perasaannya , meledeknya dan menunjukkan kekurangannya di depan teman-teman lain. Apalagi membuka rahasia sahabat sendiri. Sahabat yang baik adalah sahabat yang menutupi cela atau aib sahabatnya sendiri

CARA MENGIKUTI PELAJARAN DI KELAS

Cara Mengikuti pelajaran di Kelas

1.Niat : Niat adalah asas, pokok dan pondasi untuk langkah-langkah berikutnya

2.Kemauan yang kuat :  Kemauan adalah modal yang sangat penting dalam belajar, hal ini bersamaan dengan usaha yang keras, perjuangan yang gigih, penuh semangat dan pantang menyerah menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan

3.Perhatian : Yaitu mengfungsikan alat pendengaran sebaik mungkin sehingga dapat mendengarkan uraian dan materi yang diberikan oleh Bapak atau Ibu guru

4.Konsentrasi : Yaitu pemusatan pikiran pada inti masalah saja, lainnya tidak

5.Appersepsi : Untuk dapat mengikuti pelajaran dengan baik siswa harus membaca atau mengulangi pelajaran yang pernah diberikan sebelumnya, membaca bab berikutnya, membaca sumber lain supaya dapat mengikuti pelajaran dengan mudah

6.Catatan :  Catatan merupakan tali pengikat agar supaya tidak lupa, maka catatan harus lengkap, bersih, rapi, terang,jelas dan mudah dibaca

6.Bertanya ; : Siswa harus berani bertanya hal-hal yang belum jelas baik kepada guru , teman ataupun orang lain sehingga menjadi faham, mengerti dan tidak sesat

Memahami Perkembangan Remaja

1.Pengertian Masa Remaja

Masa remaja adalah sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yaitu saat-saat dimana anak tidak mau diperlakukan sebagai anak lagi, tetapi dari segi fisiknya belum dapat dikatakan sebagai irang dewasa.

Pertumbuhan dimasa remaja menimbulkan kesimpang siuran terhadap nilai-nilai moral, sosial sehingga kaum remaja timbul rasa bingung , ragu-ragu, yang akhirnya mereka bertanya-tanya dalam hatinya mana sebenarnya yang harus dipilih sebagai pedoman.

2.Masa Perkembangan remaja

Ada beberapa istilah yang digunakan dalam hubungan dengan masa remaja :

Orang barat menyebut “Adolesence” atau  “Puber” Indonesia menggunakan istilah “Akhil baligh”. Dunai Pendidikan menyebut “Remaja”

Ditinjau dari perkembangan biologis, yang dimaksud dengan remaja awal adalah mereka yang berusia 12 sampai 13 tahun. Bagi seorang gadis awal pubertas dimulai umur 12 tahun, dengan ditandaidatangnya mennstruasi (haid) yang pertama. Sedangkan awal pubertas bagi seorang pemuda ditandai dengan adanya mimpi pertama yang tanpa disadari mengeluarkan sperma. Biasanya perkembangan secara biologis seorang gadis lebih cepat satu tahun dibandingkan dengan perkembangan biologis seorang pemuda. Masa remaja seorang gadis aan berakhir pada usia 19 tahun sedangkan seorang pemuda baru mengakhiri usia remaja pada usia 21 tahun.

Ciri-ciri masa Remaja :

1.Pertumbuhan fisik : pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja dimbangi dengan makan dan tidur yang lebih banyak. Maka orang tua harus mengetahui hal iniagar tidak timbul salah pengertian dan kesalahan.Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, sehingga pertumbuhan berubah tingga namun kepalanya masih sama dengan kanak-kanak.

2.Emosi berkobar-kobar :  Emosi remaja masih sangat labil karena erat hubungannya dengan hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali, marah sekali, apabila dalam keadaan senang ia lupadiri, karena tidak mampu menahan emosi yang meluap-luap. Hal ini yang sering kali menjadikan remaja terjerumus kedalam tindakan yang tidak bermoral. Emosi lebih kuat menguasai dirinya dibanding dengan pikiran yang realitas.

3.Mulai tertarik pada lawan jenisnya :  Dalam kehidupan sosialnya remaja mulai tertarik dengan lawan jenisnya dan mulai berpacaran, remaja bersikap tertutup dengan orang tuanya. Secara biologis perempuan lebih cepat matang dibanding  laki-laki, sehingga seorang perempuan lebih tertarik dengan pemuda yang lebih tua.

4.Cara berpikir kausalitas : Cara berpikir remaja sudah menyangkut hubungan sebab akibat, saat itu remaja mulai berpikir secara kritis maka ia akan melawan manakala orang tua dan guru tidak memahami cara berpikir remaja, akibatnya timbulah kenakalan remaja (perkelahian antar siswa).

5.Sukaminta perhatian pada lingkungan :  Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian ingin mendapat status dan peranan dari lingkungannya. Remaja akan mencari persnsn dilusr rumah bilaorang tua tidak memberi peranan kepadanya, sebagai upaya menarik perhatian lingkungannya. Kalau remaja tidak bisa mengendalikan emosinya sering terjadi perkelahian atau kenakalan remaja.

6.Terikat sekali dengankelompoknya :  Remaja dalam kehidupan sosial terikat sekali dengan kelompoknya yang sebaya melebihi  keterikatannya dengan orang tua. Hal ituterjadi sebab dalam kehidupan remaja ia mementingkan kelompoknya karena mereka menginginkan kebersamaan dalan segala hal.Karena dalam kelompoknya mau mengerti,memahami, menghargai dirinya dan memiliki pengalaman yang sama dan dalam kelompoknya ia bisa melampiaskan peranannya yang tertekan dalam lingkungan rumahnya.

Mengembangkan Sikap Mental Positif Dalam Belajar

 

Sikap mental positif yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam belajar :

1.Tujuan Belajar

Belajar hendaknya diarahkan pada suatu cita-cita tertentu. Cita-cita yang diperjuangkan dengan berbagai kegiatan belajar itulah yang hendaknya menjadi tujuan setiap siswa. Tujuan belajar yang bersambung dengan cita-cita di masa depan akan menjadi pendorong  untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Tanpa motif tertentu semangat belajar seorang siswa akan mudah padam karena ia tidak merasa mempunyai kepentingan yang harus diperjuangkan dengan jalan belajar.

2.Minat terhadap pelajaran

Setelah mulai belajar, seorang siswa hendaknya menaruh minat yang sebesar-besarnya terhadap pelajaran yang diikuti. Minat itu tidak hanya ditujukan pada satu atau dua mata pelajaran yang pokok saja, melainkan terhadap semua pelajaran. Suatu mata pelajaran hanya dapat dipelajari dengan baik apabila siswa dapat memusatkan perhatian terhadap pelajaran tersebut. Dan minat merupakan salah satu faktor yang memungkinkan dapat konsentrasi dengan baik.

3.Kepercayaan Pada Diri Sendiri

Setiap siswa harus yakin ia mempunyai kemampuan untuk memperoleh hasil yang baik dalam usahanya. Dengan mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, akan dapat mengikuti dan mengerti pelajaran-pelajaran dengan baik.

4.Keuletan

Yang memulai suatu pelajaran itu banyak, tetapi yang dapat bertahan dan mencapai hasil yang optimal pada akhirnya hanyalah sedikit.  Begitu pula dalam belajar, banyak siswa yang sekolah tetapi yang dapat mencapai hasil yang maksimal hanyalah beberapa siswa saja, untuk itulah dibutuhkan keuletan, karena dengan keuletan seorang siswa akan berani menghadapi segala permasalahan dan tidak mudah putus asa. Untuk memupuk keuletan, seorang siswa hendaklah selalu menganggap setiap persoalan atau permasalahan yang muncul sebagai suatu tantangan yang harus diatasi.